Perjuangan Finansial

Perjalanan Mengolah Keuangan Keluarga

Mahal Itu Murah (dan Murah itu Mahal) 25 Agustus 2009

Filed under: Tips dan Trik — franshuges @ 2:50 am
Tags: , , , , ,

Gw kagak ngomongin soal tao atau zen yang sering ngomong seperti judul tulisan ini.

Atas berada di bawah, bawah berada di atas.

Menerima adalah memberi dan memberi adalah menerima.

Yang tinggi akan direndahkan, yang rendah akan ditinggikan.

Maju berarti mundur, mundur berarti maju.

Kalau omongan kayak gitu, gw gak ngerti banget. Tapi kalau judul tulisan ini, didapat dari pengalaman dan pengamatan.


Sering kita, terutama orang Indonesia, kalau mau beli barang, punya kriteria sendiri. Pokoknya murah. Yang paling murah, biasanya yang dibeli, apalagi kalau gratis… ambil deh sebanyak-banyaknya, kalau perlu semua gak pake malu. Eniwei, yang mau gw bicarain adalah akibat kalau kita terlalu ngirit atau pelit, maka yang terjadi adalah kebalikannya.

Setelah melalui beberapa pengalaman, gw sendiri merasa bahwa kadang pilihan irit yang kita ambil justru mendatangkan pengeluaran lebih tak lama setelahnya, dikarenakan barang yang kita beli memiliki kualitas sangat rendah sehingga barang yang kita dapat cepat rusak. Efeknya pengeluaran untuk perbaikan, atau justru penggantian. Kasus sebaliknya juga berlaku, kadang kalau kita memilih barang yang lebih mahal, bahkan berkali lipat harganya, barang yang kita dapat punya kualitas jauh lebih bagus sehingga untuk waktu yang jauh lebih lama, kita tidak perlu mengeluarkan biaya yang besar untuk perawatan dan perbaikan, atau bahkan pembelian lagi. Yang diperlukan adalah pilihan bijaksana, kapan atau apa yang harus kita bayar lebih, untuk mendapatkan kualitas.

Dibawah ini adalah cerita-cerita pengalaman yang q-alami dan membuktikan dalil tersebut. Cerita-cerita ini akan aku tambah di tulisan ini setiap melalui hal-hal senada. Kalau loe, kamu, anda, you punya pengalaman yang sama jangan lupa tinggalin cerita atau komen buat sharing ya.

Kemarin (24-Agustus-2009) – Lampu

Biasanya sih aku kalau beli lampu, selalu beli yang merk bagus seharga 25-ribu sampai 50-ribu untuk daya 20-40 watt tergantung luas ruang. Aku memang suka ruangan yang terang, jadi rumahku tetap nyaman untuk aktifitas malam hari. Biasanya merk yang aku beli adalah Philips, Osram, Shinyoku, Klaus, atau Chiyoda tipe tertentu yang berharga dikisaran yang sama. Nah, lampu-lampu tersebut memiliki cahaya yang lebih terang, sangat terasa bedanya dan mudah dilihat kalau dibandingkan dengan lampu murahan seharga 5-15 ribuan. Selain kualitas output yang dihasilkan memuaskan, yang lebih menguntungkan adalah life span atau umur lampu-lampu mahal tersebut.

Tepat, sebulan lalu aku beli lampu 20 watt seharga 6.000 rupiah untuk dipasang di kamar mandi. Aku pilih lampu itu karena terpaksa, gak punya uang lebih untuk beli yang biasanya, tanggal tua. Ada sih uang, tapi kalau dipaksain, bisa gak makan anak bini gw. Nah, tepat kemarin, lampu itu udah jadi lampu disko, ketap-ketip… kelap-kelip…, byar pet. Wah, kalau mandi atau buang hajat dengan suasana meriah gitu mah, gw malah kagak pede. Sukanya sih kalau terang, supaya tahu yang mandi adalah bodi yahud milik sendiri, dan buang hajat gak diteror ama pikiran dan pandangan yang mengganggu. Apalagi, kamar mandi rumahku adalah ruangan yang memiliki penerangan hampir 24 jam karena berada di tengah rumah, jadi kalau sampai kelap-kelip seperti itu, bisa pusing sepanjang hari.

Perbandingan / perhitungan :

Untuk lampu yang menyala antara 12-24 jam sehari, lampu mahal dengan konsumsi daya 18 watt seharga 24-ribu memiliki umur 2-3 tahun. Hampir semua lampu di rumahku berumur lebih dari 2 tahun, bahkan ada yang sampai 4 tahun.

Dengan cahaya yang tidak seterang itu, pada lampu murah dengan daya lebih besar (20 watt) yang artinya ouput lebih rendah dengan pemakaian listrik lebih tinggi, lampu seharga 6-ribu rupiah memiliki umur hanya 2 bulan.

Bila diambil perhitungan jelek-jelekan, lampu seharga 24-ribu dipakai selama 24 bulan, berarti memiliki harga hanya seribu perbulan. Lampu murah? 6000 rupiah untuk 2 bulan, so it’s 3000 rupiah perbulan. Atau untuk 24 bulan, perlu beli 12 lampu yang total harganya 72.000 rupiah !!!

Nah loh, malah 3 kali lebih mahal, belum repot-repot pergi beli dan ganti lampunya.

Memang sih, pengeluaran awal lebih tinggi, tapi setelah itu kita bebas masalah untuk waktu lama.

*khusus untuk masalah penerangan ini, aku punya rencana penghematan (bukan pelit-pelitan) untuk masa depan. Aku berencana mengganti lampu-lampu rumah dengan lampu LED yang terang, super hemat listrik dan umur super lama. Aku sudah membuktikan sendiri dengan melakukan pengamatan sendiri, dengan lampu LED ini, pemakaian listrik bisa hemat sampai 10x dan umur lampu ini bisa lebih dari 10 tahun, karena lampu LED ini tidak mengeluarkan panas aka menghamburkan energi lebih dengan pembuangan atau emisi kalor/panas. Modal awal, memang cukup besar, tapi penghematan super duper dan perawatan yang sangat minim, menjadikan lampu ini sebagai pilihan lampu masa depan.

 

Dapet lagi, tabungan lebaran. 20 Agustus 2009

Filed under: Harapan,Lain-lain,Rencana,Tabungan,Tips dan Trik — franshuges @ 7:40 am
Tags: , , , ,

Bulan ini memang bulan berkat, gak disangka tabungan buat lebaran udah ejakulasi dini, alias cair duluan. Sangkain sih masih awal bulan depan. Yah amin lah…. buat cadangan cash yang memang menipis seperti biasanya diakhir bulan. Ndak rugi juga nabung sedikit-sedikit, goban-goban tiap bulan, dapet juga gopek-go alias lema ratos lema poloh rebu.

Tapi walau ada duit gini, ndak dimunculkan dulu dah case-nya ke permukaan. Takut abis duluan. Jadi yah di simpen aja dulu, siapa tahu emang perlu buat lebaran nanti. Paling aku pake 250-rebu aja dulu buat bayar internet 1, internet dua biar setelah gajian aja deh.

Tips tambahan lagi neh, biar maksa dan tak bernilai, nabung dikit-dikit tapi khusus buat acara setahun sekali, bagus juga buat meringankan beban kagetan. Buktinya hari ini kurasa manfaatnya. Jadi buat teman-teman, paksain deh nabung dikit-dikit, yang berhalangan kaya gw bisa nyingit-nyingit nabungnya. Gw mah, simpennya nitip teman yang nabung di koperasi.

Oh, iya… Ini juga masih ada lagi yg bakal cair bwt natalan. Sabab, pencairan THR di kantor gw biasanya mepet tanggal main melulu. Jadi agak kesulitan juga kalau mau bikin atau persiapan acara natalan yang menenangkan buat yayang istri en anak tercinta.

Walau tahun ini ada banyak perbaikan keuangan, tapi masih belum bebas, mandiri dan surplus (bebas hutang konsumtif). So, gw belum berani naikin besar tabungan. Mungkin tabungan natalan nanti aku berani naikin seratus ribuan, karena setelah desember nanti, ada beban lagi yang selesai.

Terus berjuang, dan menabung !!!

 

Lupa bawa dompet, no money for lunch. 10 Agustus 2009

Filed under: Lain-lain — franshuges @ 6:47 am
Tags:

Payah neh, hari ini ke kantor nggak bawa dompet. Both of them, dompet kartu dan dompet uang. Jadi bingung mau makan siang gimana. Akhirnya kuputuskan untuk menunda acara ke bank untuk setor bayar domain perusahaan, lah mau gimana lagi kalau dompet kartunya di rumah, mau setor gimana coba… lagian sudah waktunya beli bensin.

Jadi hari ini, jam istirahat aku pulang ke rumah untuk ambil dompet dan makan siang. Hari ini banyak pekerjaan, jadi ndak sempat pikirin mau nulis apa. Segini aja dulu deh, mungkin malam nanti disambung cerita lain.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.